Basahi Jalan Berdebu dengan Air, Pemilik Ruko di Metro Timur Diancam Pekerja Proyek

Basahi Jalan Berdebu dengan Air, Pemilik Ruko di Metro Timur Diancam Pekerja Proyek

Foto: Pedagang dan warga di sepanjang Jalan Sultan Sahrir, Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, mendapatkan intimidasi dari pekerja proyek.-(MH Naim)-

"Dia bilang gini ke saya: Udah jangan ngeyel kamu, saya orang sini, tak beri juga kamu ini," imbuhnya.

Toni juga mengatakan alasan pekerja proyek itu melarangnya menyirami jalan usai dikeruk dapat berakibat menurunnya kualitas rigid beton, sehingga mudah rusak.

“Logikanya pekerja itu, kalau di siram nanti pasti cor itu retak,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Toni, pekerja proyek itu juga mengatakan tanah bekas dikeruk dalam kondisi basah karena air akan amblas dan menimbulkan lubang-lubang. 

Sehingga hal itu dapat membuat pemegang proyek mengeluarkan anggaran lagi untuk meratakan tanah sebelum proses pengecoran.

"Katanya juga kalau dilewati mobil akan tambah dalem lubangnya, jadi dia enggak mau nambah beli pasirnya buat ngeratain," tandasnya.

Di sisi lain, adanya intimidasi pekerja proyek jalan Sutan Sahrir juga dibenarkan oleh Dedi Heri Andriyansyah, selaku Ketua RT Kelurahan Tejo Agung, Kecamatan Metro Timur.

Dedi mengaku sudah mendapatkan banyak laporan keluhan dari pedagang dan warga yang dilarang oleh pekerja proyek.

Menurutnya apa yang dilakukan warga dengan menyiram halaman hingga jalan untuk meminimalisir debu merupakan hal yang wajar.

“Kalau teguran memang ada hampir semua yang pernah nyirami jalan dengan air, tapi kalau yang sudah berbentuk ancaman itu saya juga udah denger,” ujar Dedi.

Dedi juga menuturkan bahwa pedagang di sepanjang Jalan Sultan Sahrir sangat terdampak dari proses pembangunan.

Mulai dari omset menurun hingga jalanan berdebu membuat pedagang memilih gulung tikar.

Di sisi lain, ia juga merasa miris dengan kabar pekerjaan jalan akan berhenti karena pemegang proyek kehabisan anggaran.

"Warga sini enggak neko-neko, manut kita, silahkan diselesaikan itu jalan, jangan sampe berhenti di tengah jalan," tandasnya.

Sebelumnya, proyek pembangunan rigid beton Jalan Sultan Sahrir, Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, terhenti selama dua Minggu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: