Bisnis Arang Batok Kelapa, Mahasiswa UM Metro Lolos ke Final KMI 2023 di Bali

Bisnis Arang Batok Kelapa, Mahasiswa UM Metro Lolos ke Final KMI 2023 di Bali

Foto: Kepala Pusat Karir dan Inkubator Bisnis UM Metro Karnila dan tenant inkubator bisnis arang batok kelapa.-(Istimewa)-

RADARMETRO - Kelompok bisnis mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Kota Metro, Lampung, melaju ke babak final gelaran Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI Expo 2023) di Bali.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pusat Karir dan Inkubator Bisnis UM Metro Karnila Ali kepada radarmetro.disway.id pada Sabtu (21/10/2023). 

"Tenant inkubator bisnis Universitas Muhammadiyah Metro pada hari Jumat 20 Oktober diumumkan maju di ajang KMI Expo 2023 di Bali November mendatang," ujar Karnila.

Ia mengatakan kelompok mahasiswa atau tenant inkubator bisnis UM Metro terdiri dari tiga mahasiswa dan didampingi seorang dosen, Riswanto.

Ketiga mahasiswa tersebut, yakni Rafli Almi Jaya dan Ammar Bintoro Fachrezei dari Program Studi Pendidikan Fisika, serta M Ilham Dwi Saputra dari Program Studi Manajemen.

Dalam PMI Expo 2023, mereka akan membawa inovasi produksi Arang Batok Kelapa.

BACA JUGA:Pendidikan Bahasa Inggris UM Metro Kolaborasi dengan English Club SMAN 4

Inovasi ini telah dikembangkan di Desa Banjar Suri, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. 

Dalam pembangunan usaha tersebut tim mahasiswa mendapat pembinaan langsung dari Pusat Karir dan Inkubator Bisnis UM Metro.

"Pembinaan yang diberikan dari mulai arahan teknis pembangunan dan pengembangan usaha, teknik produksi, pemasaran hingga manajemen keuangan modal," ungkap Karnila.

Selain itu, kata Karnila, usaha produksi arang batok ini juga disupport oleh  Kemendikbudristekdikti melalui program P2MW tahun 2023.

"Harapannya kelompok bisnis mahasiswa UM Metro dapat mengenalkan potensi pertanian di Provinsi Lampung serta dapat mengharumkan nama baik kampus di Gelaran KMI 2023 Bali," tandasnya

Terpisah, Rafli Almi Jaya selaku ketua tim mahasiswa Bisnis UM Metro menuturkan tujuan usaha arang batok kelapa yang didirikan tidak hanya berorientasi pada sisi keuntungan finansial pribadi.

Namun, memiliki sisi kebermanfaatan kebermanfaatan bagi lingkungan. Pasalnya usaha ini turut menggandeng pemuda di Desa Banjarsuri sebagai desa lokasi rintisan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: