Ibu, Malaikat Tak Bersayap

Ibu, Malaikat Tak Bersayap

Foto: Istimewa--

Seorang ibu yang memegang teguh perannya sebagai tulang punggung keluarga setelah suaminya mengalami kebutaan akibat penyakit katarak

Hal tersebut menjadikan sang suami malu, hingga memaksa sang istri untuk menjadi tulang punggung. 

Wanita paruh baya dengan tubuhnya yang terlihat kurus dengan dua anak kecil untuk diurus itu menjalani kehidupan sehari-harinya dengan tekad dan keberanian yang luar biasa.

Subenti atau yang kerap disapa Bu Nti. wanita berusia 48 tahun yang menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Ia memiliki 2 orang anak perempuan yang bernama Amel dan Dila. 

Amel baru saja memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Dila masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar (SD).

Keluarga bu Nti berasal dari keluarga yang mampu. Ia masih memiliki keluarga kandung yaitu kakak adik dan ibu, namun adanya kesalahpahaman yng disebabkan warisan, akhirnya keluarga tersebut terpecah dan saling memusuhi.

Nasib yang tak pernah sama sekali ia bayangkan. memiliki konflik dengan saudara kandungnya sekaligus menjadi tulang punggung keluarga kecilnya.

BACA JUGA:Penyebutan nama makanan yang tidak sesuai dengan kaidah islam

Dalam kesehariannya Bu Nti bekerja sebagai ART(Asisten Rumah Tangga).  terkadang juga bekerja di tempat lain.

Setelah selesai tugasnya di rumah pertama dia akan bekerja di tempat kedua sebagai ART, dan terkadang pula ia menerima jasa setrika baju.

Namun kurangnya pendapatan yang ia hasilkan dari pekerjaannya tersebut, Bu Nti juga menjual peyek buatannya sendiri yang kemudian dengan mengetuk satu rumah ke rumah lain.

Meski suaminya mengalami kebutaan akan tetapi ia masih bisa untuk melakukan aktifitas di dalam rumah, seperti mandi dan makan, tak jarang pula Bu Nti mendapatkan amarah dan hinaan dari sang suami karena kecurigaan dan kecemburuan suaminya ketika bu Nti terlambat pulang kerumah. 

Meski begitu ia dengan sabar menghadapi suaminya dan bersikeras mengurus dengan cinta dan kasih sayang.

Melihat Bu Nti yang susah payah menghidupi keluarganya, kedua anaknya pernah meminta untuk berhenti sekolah agar tidak menjadi beban dan membantunya bekerja. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: