Krisis Kepemimpinan Dari Eksklusif ke Disfungsi
Krisis Kepemimpinan Dari Eksklusif ke Disfungsi--Ist
3. Akuntabilitas langsung terhadap proses dan hasil.
Ketika prinsip ini diabaikan, organisasi akan mengalami paradoks, yakni secara struktural terlihat kuat, tetapi secara fungsional rapuh, namun secara administratif terlihat tertib, tetapi secara operasional tidak adaptif.
Dengan demikian, kepemimpinan tidak dapat lagi dipahami sebagai posisi eksklusif dan eksekutif, melainkan sebagai fungsi sistemik yang menuntut keterhubungan, keterbukaan, dan akuntabilitas penuh dalam seluruh proses organisasi. Ukuran kepemimpinan tidak ditentukan oleh tingginya hierarki, melainkan oleh sejauh mana ia mampu menjaga integritas sistem dan memperkecil jarak antara keputusan dan realitas implementasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: