Yudisium Bersama Magister dan Sarjana, Lulusan UM Metro Harus Ingat Tanggungjawab sebagai Cendekiawan

Yudisium Bersama Magister dan Sarjana, Lulusan UM Metro Harus Ingat Tanggungjawab sebagai Cendekiawan

Foto: Mahasiswa dan dosen foto bersama.-(Barnas)-

RADARMETRO -  Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Metro (PPs UM Metro) menjadi tuan rumah acara Yudisium bersama Periode ke-I Tahun 2023. Yudisium bersama ini diikuti oleh 7 Fakultas yakni Program Pascasarjana, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Hukum (FH), dan Fakultas Ilmu Komputer (Fikom). Aula Pascasarjana, Kamis, (30/3/2023).

Direktur Pascasarjana Dr. Agus Sutanto, M.Si., mewakili dekan fakultas lainnya mengajak semua peserta yudisium mensyukuri capaian yang telah diraih. Menurutnya menjadi sarjana ataupun magister adalah usaha yang tidak mudah, banyak yang ingin menjadi sarjana tetapi terkadang harus terhenti ditengah jalan karena mengalami berbagai kendala.

“Ananda peserta yudisium, hari ini setelah tadi dikukuhkan anda semua sudah sah menyandang gelar sarjana dan gelar magister bagi yang mahasiswa S2 pascasarjana. Mari kita syukuri nikmat ini, karena masih banyak saudara kita yang lain yang belum tentu merasakan situasi yang sekarang ananda rasakan. Kesuksesan ini harus kita syukuri, salah satunya dengan cara mengajak teman-teman mahasiswa yang belum yudisium untuk segera menuntaskan kuliahnya, hubungi mereka, kunjungi rumahnya sambil bersilaturahmi dan beri motivasi karena kesuksesan kita yang sebenarnya adalah manakala kita sudah mampu mengajak orang lain untuk sukses,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UM Metro Drs. Jazim Ahmad, M.Pd., menyampaikan bahwa UM Metro terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia serta terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang dimilikinya.

“Saat ini di Program Pascasarjana sudah ada 6 prodi S2 yaitu S2 Pendidikan Biologi, S2 Manajemen, S2 Administrasi Pendidikan, S2 Hukum, S2 Pendidikan IPA dan S2 Pendidikan Matematika serta yang sedang diproses ada S2 Pendidikan Agama Islam,” ucapnya.

Rektor UM Metro itu juga menjelaskan bahwa lulusan UM Metro saat ini dituntut menguasai berbagai macam kompetensi, sehingga pihaknya terus berupaya membuat sistem pembelajaran agar lulusan UM Metro benar-benar berkompeten dan mampu bersaing dalam dunia kerja.

“lulus dari UM metro saat ini tidak hanya mendapat Ijazah, tetapi mendapat Surat Keterangan Pendamping Izjah (SKPI) dan Sertifikat uji kompetensi. UM Metro salah satu Perguruan Tinggi yang sudah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sendiri. Hal ini adalah upaya agar lulusan kita memiliki berbagai macam kompetensi yang tersertifikasi, sehingga mudah-mudahan memudahkan membantu lulusan bergabung dalam dunia kerja,” imbuhnya.

BACA JUGA:Persiapan PON, KONI Lampung Kumpulkan Seluruh Cabor

Sementara Dr. Muhtar Hadi, M.Si., BPH UM Metro sekaligus mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro dalam Tausyiyahnya diacara tersebut berpesan agar lulusan UM Metro memiliki tanggungjawab menjaga nama baik almamater, mempertanggungjawabkan gelar akademik dan memiliki tanggungjawab sosial di masyarakat.

“Bentuk berterima kasih atas proses yang diterima selama menempuh pendidikan dengan jaga nama baik almamater, institusi ini tempat saudara mencari ilmu, institusi ini selamanya melekat pada diri saudara,” ucapnya.

Ia juga menambahkan “ Saudara juga memiliki tanggungjawab akademik, setiap alumni harus mencerminkan kompetensi yang dimiliki sesuai dengan gelar akademik yang disandangnya. Kadang kita masih merasa kurang pantas menerima gelar akademik kita, sehingga bagaimana memantaskannya, ya dengan terus belajar. Islam mengajarkan begitu, belajarlah sepanjang hayat agar kita pantas dan layak menyandang gelar tersebut,” imbuh Dr. Muhtar Hadi.

Terakhir ia juga berpesan bahwa lulusan UM Metro memiliki tanggungjawab sosial. Lulusan UM Metro menurutnya harus peka dan perduli terhadap persoalan sosial yang ada di masyarakat sekitar.  

Sarjana atau cendikiawan menurut Dr. Muhtar Hadi jangan cenderung elitis, khoirunnas anafauhum linnas dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

“Muhammadiyah juga mengajarkan begitu, yang tidak perduli terhadap lingkungan sosial dalam Al-Qur'an disebut orang-orang yang mendustakan agama,” pungkas Dr. Muhtar Hadi yang juga Sekretaris BPH UM Metro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: