Soal Gas 3 Kg Langka, Pemkot Metro Lakukan Monitoring, Ini Hasilnya!

Soal Gas 3 Kg Langka, Pemkot Metro Lakukan Monitoring, Ini Hasilnya!

Foto : Asisten II Setda Kota Metro Yerri Ehwan didampingi Kabag Perekonomian dan Pengurus Hiswana Migas melakukan monitoring ketersediaan gas elpiji di sejumlah pangkalan di Kota Metro. -(Ria Riski A.P)-

"Khusus LPG 3 kg rata-rata pengiriman gas dari Pertamina 5.600 tabung per hari. Ini yang didistribusikan ke sekitar 194 pangkalan gas," bebernya.

Sementara itu, ditanya mengenai harga gas elpiji menurutnya sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 kg dijual dengan harga Rp18.000 per tabung.

"Harga jual di pangkalan mengikuti ketentuan HET dari Pemerintah Rp 18.000 per tabung," paparnya.

Karenanya pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk membeli gas langsung dari pangkalan.

"Jadi kalo mau beli gas elpiji 3 kg sesuai HET disarankan konsumen beli di pangkalan," katanya.

Karena diakuinya bahwa untuk harga jual di tingkat pengecer tentu akan mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan harga jual di pangkalan.

"Tapi kalo udah di tingkat pengecer, maka harga jualnya jadi relatif lebih tinggi dari HET," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah masyarakat Kota Metro hingga kini masih kesulitan mendapatkan ketersediaan gas elpiji 3 kg.

Ini seperti yang dikatakan Aris salah seorang pengecer gas elpiji warga Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat. 

Ia mengaku hingga belum dapat menjual gas elpiji 3 kg lantaran belum mendapatkan kiriman dari pihak agen. 

BACA JUGA:Pemkot Metro Minta DLH Untuk OTT Pembuang Sampah Sembarangan

"Sampai sekarang masih kosong. Itu tabungnya masih menumpuk di rumah karena belum ada kiriman dari agen," ujarnya.

Diakuinya, bahwa kondisi tersebut sudah terjadi sejak seminggu sebelum hari raya lebaran. 

"Itu sudah seminggu sebelum Lebaran. Memang susah cari gas. Di rumah saja masih kosong, sampai sekarang belum dapat kiriman," cetusnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: